Beranda Kutai Timur Teluk Pandan Cup III Jadi Panggung Talenta Lokal Menuju Bupati Cup

Teluk Pandan Cup III Jadi Panggung Talenta Lokal Menuju Bupati Cup

44 views
0

SANGATTA – Bukan sekadar mengejar gelar juara, 16 tim yang tampil dalam Turnamen Futsal Teluk Pandan Cup III membawa misi lain. Membuktikan bahwa Kecamatan Teluk Pandan memiliki talenta lokal yang layak diperhitungkan. Turnamen yang berlangsung di Lapangan Futsal Taman Bersemi, Desa Teluk Pandan, Minggu (13/9/2026) malam, sekaligus menjadi bagian dari proses penjaringan pemain untuk diproyeksikan memperkuat Kecamatan Teluk Pandan pada Bupati Cup.

Kepala Desa Teluk Pandan sekaligus Ketua Koordinator Olahraga Kecamatan Teluk Pandan, Andi Herman Fadli, mengatakan seluruh peserta tahun ini diwajibkan menggunakan pemain lokal. Sebanyak 16 tim yang berasal dari enam desa di Kecamatan Teluk Pandan mengikuti kompetisi tersebut dengan kekuatan pemain dari wilayah setempat.

“Karena kami ingin memberikan bukti bahwa Teluk Pandan ini juga bisa. Teluk Pandan juga punya bibit-bibit yang baik,” ujar Herman di hadapan Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kadispora Basuki Isnawan, perwakilan perusahaan, Camat Teluk Pandan Anwar beserta jajaran, perwakilan Forkopimcam.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan sekadar aturan turnamen. Pemain yang tampil akan menjadi bagian dari proses melihat potensi terbaik yang nantinya dapat diseleksi untuk memperkuat Teluk Pandan pada Bupati Cup. Dengan demikian, Teluk Pandan Cup III diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan, tetapi menjadi salah satu ruang awal pembinaan atlet dari tingkat desa hingga kecamatan.

Wabup Kutim Mahyunadi mengapresiasi konsep tersebut. Ia menilai keberadaan pemain lokal justru memberikan kesempatan lebih besar bagi daerah untuk menemukan dan mengembangkan atletnya sendiri.

“Kalau orang lokal, maka kita bisa berbangga atas diri kita sendiri, kemudian kita bisa seleksi atlet-atlet kita sendiri menuju olahraga prestasi,” kata Mahyunadi.

Menurut Mahyunadi, terlalu bergantung pada pemain dari luar daerah tidak akan banyak membantu proses regenerasi. Karena itu, pembinaan atlet harus dibangun dari bawah, mulai dari desa dan kecamatan, sehingga pemain memiliki ruang untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman kompetisi.

Ia bahkan menyatakan kesiapan mendukung turnamen futsal kelompok usia 12 tahun di Kecamatan Teluk Pandan dengan anggaran Rp50 juta. Menurutnya, pembinaan sejak usia dini penting untuk membangun regenerasi atlet yang nantinya dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Harus dari kecil,” tegasnya.

Kadispora Kutim, Basuki Isnawan, juga melihat kompetisi tingkat kecamatan sebagai bagian penting dalam menyediakan ruang bagi generasi muda untuk berolahraga sekaligus mengembangkan kemampuan.

Ia berharap semakin banyak kegiatan olahraga digelar secara berkelanjutan sehingga anak-anak muda memiliki wadah untuk berprestasi dan mengisi waktu dengan kegiatan yang positif.

Bagi peserta, Teluk Pandan Cup III juga menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan setelah menjalani persiapan. Yasin Mustofa dari tim D’Skara Desa.Suka Rahmat mengatakan timnya telah melakukan seleksi dan menyiapkan 24 pemain yang terbagi dalam dua tim. Para pemain berada pada rentang usia 16 hingga sekitar 30 tahun.

Yasin berharap penampilan kali ini membawa hasil lebih baik dibandingkan turnamen sebelumnya. Timnya beberapa kali harus puas berada di posisi juara dua atau tiga.

“Semoga kita ada dapat juara, mudah-mudahan bisa juara satu,” harap Yasin.

Turnamen Teluk Pandan Cup III dijadwalkan berlangsung selama 13 hari dan akan berakhir pada malam puncak, 25 September 2026. Selain menentukan juara, kompetisi ini diharapkan menghasilkan pemain-pemain lokal yang dapat menjadi kekuatan Teluk Pandan pada ajang berikutnya. (kopi17/kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini