Jalannya program Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial.Foto: Bahtiar/Pro Kutim
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mematangkan langkah strategis untuk mendukung perluasan program Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial. Komitmen tersebut dibahas secara mendalam dalam Rapat Lanjutan Tim Pelaksana Daerah yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi di Ruang Damar Gedung Serba Guna (GSG), Rabu (9/9/2026).
Rapat ini menjadi wadah penguatan koordinasi dan sinergi antarperangkat daerah serta pemangku kepentingan terkait guna memastikan pelaksanaan digitalisasi perlindungan sosial di Kutim berjalan optimal. Melalui pemanfaatan teknologi digital, pemerintah daerah berharap penyelenggaraan program perlindungan sosial ke depan dapat menjadi lebih efektif, transparan, tepat sasaran, dan memudahkan masyarakat penerima manfaat.
Wakil Bupati Mahyunadi menegaskan bahwa kerja sama yang solid dari seluruh Tim Pelaksana Daerah merupakan kunci utama dalam menyukseskan program nasional ini. Menurutnya, sistem yang terintegrasi dan berbasis digital akan membantu pemerintah menghadirkan data yang jauh lebih akurat, sehingga bantuan benar-benar jatuh kepada warga yang membutuhkan.

“Koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci penting agar pelaksanaan perluasan Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial di Kutim dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mahyunadi di hadapan para peserta rapat.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutim, Ernata Hadi Sujito, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Kabupaten Kutai Timur mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat sebagai salah satu dari 104 kabupaten/kota yang ditunjuk menjadi pilot project nasional.
Ernata menjelaskan, Pemkab Kutim masuk dalam gelombang ketiga pelaksanaan yang dijadwalkan bergulir mulai bulan September hingga Desember mendatang. Oleh karena itu, ia mengharapkan dukungan penuh dari seluruh pihak agar program ini dapat rampung tepat waktu dan tepat sasaran.

“Mengingat Pemkab Kutim mendapat giliran gelombang ketiga, di mana kita salah satu dari 104 kabupaten/kota yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai piloting dalam kegiatan digitalisasi ini, kami sangat mengharapkan dukungan semua pihak,” ucap Ernata.
Melalui rapat lanjutan ini, Pemkab Kutim optimistis seluruh tahapan program dapat dieksekusi dengan terarah. Langkah ini sekaligus menegaskan kesiapan Kutai Timur dalam beradaptasi dengan transformasi teknologi demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efisien, serta pelayanan publik yang berpihak kepada masyarakat.(kopi7/kopi13)































