Beranda Entertainment Meriahkan HUT ke-80 RI, DWP Kutim Gelar Lomba Unik Penuh Kebersamaan

Meriahkan HUT ke-80 RI, DWP Kutim Gelar Lomba Unik Penuh Kebersamaan

183 views
0

Suasana Lomba Unik dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI. Foto: istimewa

SANGATTA – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia terasa berbeda di Kutai Timur (Kutim) tahun ini. Rabu (13/8/2025) siang, halaman dalam Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi riuh oleh tawa, sorak, dan tepuk tangan. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kutim bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggelar berbagai lomba unik yang diikuti 30 Perangkat Daerah (PD).

Ketua DWP Kutim Ny Lisnawarty Rizali Hadi, membuka acara dengan menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan yang tidak sekadar meramaikan peringatan kemerdekaan, tetapi juga mempererat silaturahmi antar-PD.

“Lomba ini menjadi salah satu cara mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, sekaligus menjaga dan mempererat tali silaturahmi,” ujarnya.

Lomba terbagi dua kategori. Kategori perorangan menghadirkan lari kelereng, gendong ember pakai jarik, dan tangkap cangkir. Sementara kategori beregu menantang kekompakan melalui estafet balon, estafet gelas dengan sedotan, hingga lomba dar der dor yang memancing gelak tawa. Sebelum adu keterampilan dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti senam kebugaran bersama. Kemeriahan tak berhenti di arena lomba. Door prize berupa kulkas, kipas angin, kompor, mesin cuci, dan hadiah menarik lainnya dibagikan, menambah antusiasme peserta.

Lisnawarty berharap kegiatan tahun depan bisa lebih meriah dan variatif, sembari mengingatkan makna 17 Agustus sebagai refleksi atas jasa para pahlawan.

“17 Agustus adalah momentum untuk mengenang jasa para pahlawan dan sekaligus membangkitkan semangat kebangsaan,” ucapnya.

Ketua TP PKK Kutim Hj Siti Robiah, yang turut hadir, memberikan apresiasi dan mengajak DWP menjadi pelopor pembinaan keluarga.

“Saya mengajak seluruh anggota DWP untuk menjadi pelopor dalam membina keluarga yang harmonis dan mendidik anak-anak dengan baik, karena merekalah yang akan menjadi generasi emas 2045,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan masa kini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata.

“Tugas kita hari ini bukan lagi melawan penjajah seperti para pahlawan dulu, tapi bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan semangat yang sama—dalam bentuk kontribusi nyata, baik di keluarga, lingkungan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya. (kopi16/kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini