Beranda Kutai Timur Menjaga Akar Budaya di Tanah Rantau, WPP Diminta Bersinergi Bangun Kutim

Menjaga Akar Budaya di Tanah Rantau, WPP Diminta Bersinergi Bangun Kutim

110 views
0

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menghadiri pelantikan Pengurus Warok Ponorogo Perantauan 2025–2028.Foto: Miftah/Fathul Pro Kutim

SANGATTA – Di tengah denyut kehidupan Kutai Timur (Kutim) yang dihuni beragam latar belakang etnis, upaya merawat ingatan kultural terus menemukan jalannya. Minggu, (14/12/2026), di Sekretariat Paguyuban Warok Ponorogo Perantauan (WPP) di Jalan Poros Kabo, sebuah peristiwa sederhana namun sarat makna digelar. Apa itu? Pelantikan Pengurus WPP Koordinator Cabang Kutim masa bakti 2025–2028. Wabup Kutim Mahyunadi, hadir mewakili Bupati Kutim, menyaksikan sekaligus menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap ikhtiar pelestarian budaya di tanah perantauan.

Pelantikan itu bukan sekadar pergantian struktur organisasi. Bagi warga Ponorogo yang bermukim di Kutim, momentum ini menjadi penanda kesinambungan persaudaraan dan penjaga denyut kesenian Reog Ponorogo agar tetap hidup di tengah lintasan zaman. Hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus WPP Kutim, perwakilan WPP Kalimantan Timur (Kaltim), tokoh masyarakat. Serta sejumlah undangan yang memenuhi sekretariat paguyuban dengan suasana khidmat.

Dalam sambutannya, Wabup Kutim Mahyunadi menyampaikan apresiasi atas konsistensi WPP menjaga tradisi leluhur. Ia menegaskan komitmen Pemkab Kutim untuk terus menopang komunitas-komunitas kultural yang turut memperkaya wajah kebudayaan daerah.

“Pemkab Kutim berkomitmen penuh untuk terus mendukung berbagai komunitas dan paguyuban daerah yang berkontribusi memperkaya keberagaman budaya di daerah tersebut,” tegasnya.

Menurut Mahyunadi, Kutim tumbuh sebagai rumah bersama bagi banyak suku bangsa. Keragaman itu, ujarnya, memerlukan kesadaran kolektif untuk dirawat agar tetap menjadi kekuatan sosial.

“Slogan guyup ing paran, rukun ing desane mencerminkan semangat kebersamaan dan kekompakan. Nilai inilah yang menjadi modal sosial penting dalam menjaga persatuan serta membangun Kutim yang lebih baik,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan-kegiatan budaya yang digagas paguyuban mampu menumbuhkan kehidupan sosial yang damai, rukun, dan saling menghormati. Tanpa sekat suku maupun golongan.

Sementara itu, Sudarni yang kembali terpilih sebagai Ketua WPP Kutim periode ini menaruh harapan agar organisasi semakin kukuh. Khususnya dalam hal kebersamaan dan semakin kokoh dalam menjalin persaudaraan di perantauan.

Dari tingkat wilayah, perwakilan WPP Koordinator Kaltim Muhammad Choiri, menyampaikan keyakinan bahwa dengan semangat, dedikasi, dan kerja keras, WPP dapat terus menapaki tujuan yang telah dirintis.

“WPP memiliki tanggung jawab ganda melestarikan budaya dan tradisi Ponorogo, sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat Kutim,” ajaknya.

Prosesi pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah pengurus dan penandatanganan berita acara oleh perwakilan WPP Kaltim bersama Wabup Kutim Mahyunadi. Kepengurusan baru ini diharapkan membawa organisasi semakin padu, aktif dalam kegiatan sosial, serta teguh menjaga warisan budaya.

Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan pertunjukan Reog Ponorogo. Denting musik gamelan dan gerak tari yang khas menyambut tepuk tangan hadirin. Seolah menegaskan bahwa di tanah rantau pun, akar budaya tetap bersemi dan menemukan ruangnya untuk tumbuh. (kopi8/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini